Melati Danes

DENPASAR – Lima karya interior ikonik dari Melati Danes Interior (MDI) tampil memikat dalam Bali – Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME), pameran desain internasional bergengsi yang menjadi bagian dari rangkaian Bali Global Axis of Art and Design (BGAAD) di Nata Citta Art Space, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, berlangsung dari 27 Oktober hingga 17 November 2025.

Ajang B-GIDME mempertemukan akademisi, profesional, dan maestro desain dari berbagai negara dalam satu ruang dialog kreatif yang mengeksplorasi peta inovasi desain global berbasis budaya dan lokalitas.

Pendiri Melati Danes Interior, Melati Blanca Danes, mengungkapkan kebanggaannya bisa kembali berpartisipasi dalam pameran prestisius ini.

“Senang sekali bisa ikut kembali, ini sudah yang kedua kalinya kami tampil di B-GIDME. Kami menampilkan lima karya interior—Adiwana Alas Harum, Jeeva Samudra, Natya Ubud Resort, Pandawa Residence, dan Puri Kantor Legacy,” ujar Melati.

Menurutnya, setiap karya MDI berangkat dari filosofi tempat dan konteks budaya yang melingkupinya.

“Kami tidak sekadar mendesain, tapi menyerap rasa dari lokasi itu. Apakah di bukit, tepi laut, atau kawasan budaya tertentu—semua mengarahkan tema dan warna desain kami. Kami ingin menciptakan ruang yang punya jiwa,” ungkapnya.

MDI dikenal dengan pendekatan desain yang berpijak pada heritage, budaya, dan keberlanjutan, menggabungkan tekstil lokal, warna alami, serta elemen geografis ke dalam solusi desain kontemporer yang estetis dan bermakna.

“Desain yang baik bukan hanya soal bentuk, tapi juga rasa tempat dan hubungan manusia dengan lingkungannya,” tambah Melati.

Sebagai firma desain asal Bali dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Melati Danes Interior telah menorehkan jejak di berbagai proyek hospitality dan luxury residential di Indonesia, Thailand, dan India. Salah satu kolaborasinya bersama arsitek Popo Danes bahkan pernah masuk nominasi UNESCO Prix Versailles 2020 sebagai Most Beautiful Hotel in South Asia.

Melalui keikutsertaannya di B-GIDME 2025, MDI menegaskan posisinya sebagai representasi desain Indonesia yang mengedepankan keindahan, konteks budaya, dan tanggung jawab ekologis—menghadirkan pengalaman ruang yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh nilai dan keberlanjutan.